Pori-pori tersumbat adalah salah satu masalah kulit yang paling umum dan sering bikin tampilan wajah jadi kurang mulus. Kondisi ini terjadi ketika pori-pori dipenuhi campuran minyak alami (sebum), sel kulit mati, bakteri, hingga kotoran dari lingkungan.
Sebum sebenarnya punya fungsi penting untuk menjaga kelembapan kulit. Namun, ketika produksinya berlebihan dan bercampur dengan kotoran, pori-pori bisa terlihat lebih besar, kusam, hingga memicu jerawat.
Penyebab Pori-pori Tersumbat
Setiap orang pasti punya pori-pori, bahkan mereka yang terlihat punya kulit ‘poreless’. Menurut dermatologist Courtney Rubin, pori-pori adalah saluran kecil tempat keluarnya minyak dan keringat ke permukaan kulit. Masalah muncul ketika produksi minyak berlebih atau penumpukan sel kulit mati dan sisa makeup tidak dibersihkan dengan baik.
“Semua faktor ini bisa meningkatkan risiko pori-pori tersumbat, yang pada akhirnya bisa memicu jerawat,” jelasnya, seperti dikutip dari Cosmopolitan.
Saat pori-pori tersumbat, tampilannya bisa tampak lebih besar, lebih gelap, atau seperti titik hitam. Dermatologist lain, Shereene Idriss, menyebut kondisi ini sering disalahartikan sebagai komedo, padahal istilahnya bisa berbeda meski penanganannya mirip.
Menurut Joshua Zeichner, istilah seperti clogged pores, sebaceous filaments, hingga blackheads sering digunakan untuk menjelaskan kondisi ini.
“Perbedaannya tidak terlalu penting, karena pada dasarnya cara mengatasinya hampir sama,” ujarnya.
Cara Mengatasi Pori-Pori Tersumbat
Ada satu hal penting yang harus dihindari, yakni memencet pori-pori.
“Kalau kamu terus-menerus memencet pori, lama-kelamaan pori-pori bisa terlihat lebih besar,” kata Dr. Idriss.
Dia juga tidak menyarankan penggunaan alat seperti pore vacuum atau pore strip karena bisa menyebabkan iritasi bahkan meninggalkan bekas luka.
Ini dia 3 cara simpel tapi ampuh buat bersihin pori-pori, diringkas dengan bahasa yang lebih santai:
1. Andalkan Retinoid (Si “Pembersih Pipa” Kulit)
Retinoid itu ibarat superhero buat urusan pori-pori. Dia nggak cuma mengontrol minyak, tapi juga mempercepat regenerasi kulit.
Cara Kerjanya: Kata Dr. Rubin, retinoid bantu ngangkat sel kulit mati biar nggak numpuk dan jadi “sampah” di pori-pori. Dr. Zeichner bahkan mengibaratkannya kayak pembersih pipa yang menjaga jalur pori-pori tetap plong.
Tips Penting: Jangan langsung pakai tiap hari ya, biar kulit nggak kaget atau iritasi. Coba dulu seminggu sekali, kalau kulit sudah oke, baru naikkan dosisnya pelan-pelan. Oh iya, wajib pakai moisturizer setelahnya biar kulit nggak kering kerontang!
2. Eksfoliasi Pakai AHA atau BHA (Lupakan Scrub!)
Lupakan gosok-gosok muka pakai scrub yang kasar. Menurut Dr. Idriss, scrub malah bisa bikin kulit iritasi dan nggak efektif buat pori-pori.
Pilihan Terbaik: Pakai Salicylic Acid (BHA). Kenapa? Karena BHA itu jago banget nembus minyak dan bersih-bersih sampai ke dalam pori-pori.
Realita: Perlu diingat, pori-pori itu nggak akan pernah bisa “kosong melompong” 100%. Pasti bakal ada sedikit sumbatan secara alami, tapi dengan produk yang tepat, tampilannya bakal jauh lebih samar dan bersih.
3. Cek Label “Non-Comedogenic”
Jangan asal oles! Kalau kulitmu gampang mampet, kamu harus lebih picky milih skincare atau makeup.
Cari Label Ini: Pastikan ada tulisan Non-Comedogenic di kemasannya.
Hindari Bahan Ini: Sebisa mungkin jauhi produk yang mengandung coconut oil, olive oil, wheat germ oil, atau lanolin. Bahan-bahan ini tuh “berat” banget dan hobi banget bikin pori-pori tersumbat. Kesimpulannya: Pori-pori emang nggak bisa hilang (karena kita butuh itu buat bernapas!), tapi bisa banget dikontrol. Kuncinya cuma konsisten eksfoliasi, pakai bahan aktif yang pas, dan jangan pakai produk yang memicu komedo
