Intimate close-up portrait of a woman with red hair showcasing natural beauty.

Jerawat Dalam Telinga Dan Cara Mengatasinya

Jerawat tidak hanya muncul di wajah, dada, atau punggung. Benjolan kecil yang terasa nyeri juga bisa tumbuh di bagian dalam telinga, termasuk area daun maupun liang telinga.

Muncul jerawat di telinga? Mari pahami serba-serbi jerawat bisa muncul di dalam telinga dan cara mengatasinya.

Meski lokasinya tersembunyi, jerawat di telinga dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, terutama saat disentuh, memakai earphone, atau tidur miring. Kondisi ini sebenarnya cukup umum terjadi dan dapat dialami siapa saja, tidak hanya remaja.

Kabar baiknya, sebagian besar jerawat di dalam telinga bisa ditangani sendiri di rumah dengan perawatan sederhana asalkan dilakukan dengan hati-hati. Mengutip Healthline, mari bahas mengenai jerawat di dalam telinga.

Mengapa Jerawat Bisa Muncul di Dalam Telinga?

Jerawat terbentuk ketika pori-pori tersumbat oleh minyak alami kulit (sebum), sel kulit mati, dan bakteri. Penyumbatan tersebut kemudian memicu peradangan yang menghasilkan benjolan kemerahan, terkadang disertai nanah.

Di area telinga, terutama liang telinga bagian luar, terdapat folikel rambut dan kelenjar yang memproduksi minyak serta serumen atau kotoran. Jika produksi minyak berlebihan atau kebersihan telinga kurang terjaga, pori-pori dapat tersumbat dan memicu jerawat.

Faktor Penyebab Jerawat di Telinga

Ada beberapa kebiasaan dan kondisi yang dapat meningkatkan risiko timbulnya jerawat di telinga, antara lain:

1. Penumpukan minyak dan sel kulit mati: Produksi minyak berlebih membuat pori-pori lebih mudah tersumbat. Jika bercampur dengan sel kulit mati, benjolan jerawat pun dapat terbentuk.

2. Bakteri yang berkembany di liang telinga: Bakteri dapat masuk ke telinga melalui tangan yang kotor atau benda yang jarang dibersihkan.

3. Kebiasaan memasukkan jari ke telinga: Menyentuh bagian dalam telinga dengan tangan yang tidak bersih dapat memindahkan kotoran dan bakteri.

4. Earphone dan headphone yang jarang dibersihkan: Perangkat audio yang digunakan setiap hari bisa menjadi tempat berkumpulnya minyak, keringat, dan bakteri.

5. Stres: Stres dapat memicu perubahan hormonal yang meningkatkan produksi minyak di kulit.

6. Perubahan hormon: Fluktuasi hormon, misalnya saja saat pubertas, menstruasi, atau kehamilan, juga dapat menyebabkan jerawat.

Ciri-ciri Jerawat di Dalam Telinga

1. Kompres Hangat

Tempelkan kain bersih yang telah dibasahi air hangat pada area yang sakit selama 10 sampai 15 menit. Kompres hangat membantu melunakkan jerawat dan mendorong nanah keluar secara alami.

2. Jaga Kebersihan Telinga

Bersihkan bagian luar telinga secara lembut dan hindari mengorek liang telinga terlalu dalam.

3. Bersihkan Earphone dan Headphone

Lap perangkat secara rutin dengan tisu antiseptik atau alkohol untuk mengurangi penumpukan bakteri.

4. Gunakan Obat Jerawat

Untuk kasus tertentu, dokter dapat merekomendasikan obat oles seperti tretinoin atau benzoyl peroxide. Namun penggunaan obat di area telinga harus dilakukan sesuai petunjuk medis agar tidak mengiritasi kulit sensitif.

5. Konsumsi Obat Sesuai Anjuran Dokter

Jika jerawat terasa sangat sakit atau berulang, dokter mungkin meresepkan antibiotik atau obat lain untuk mengatasi infeksi dan peradangan.

Perlu dipahami bahwa tidak semua benjolan di telinga adalah jerawat. Kondisi seperti kista epidermoid, keloid, infeksi jamur, psoriasis, hingga kanker kulit tertentu dapat menyerupai jerawat.

Cara Mencegah Jerawat di Telinga

1. Cuci wajah, leher, dan telinga secara teratur.

2. Gunakan pembersih yang lembut dan sesuai pH kulit.

3. Hindari menggosok kulit terlalu keras.

4. Jangan sering menyentuh telinga dengan tangan kotor.

5. Bersihkan earphone, headset, dan telepon secara rutin.

6. Kelola stres dengan baik.

Jerawat di dalam telinga merupakan masalah kulit yang cukup umum dan biasanya disebabkan oleh pori-pori yang tersumbat minyak, sel kulit mati, serta bakteri. Meski terasa mengganggu, jerawat ini sebaiknya tidak dipencet karena bisa memperparah peradangan.

Ketika benjolan terasa sangat nyeri, terus membesar, atau tidak kunjung sembuh, konsultasi ke dokter kulit atau dokter THT diperlukan untuk memastikan diagnosis dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Share the Post:

Related Posts

Scroll to Top