Menua itu pasti, tapi punya kulit yang tampak awet muda sekarang bisa diusahakan! Pas banget buat kamu yang mulai resah dengan tanda-tanda penuaan di wajah, botox dan filler sering kali jadi solusi andalan yang super efektif. Tapi, jangan sampai tertukar ya, karena kedua perawatan populer ini punya cara kerja yang beda banget. Biar nggak salah pilih sebelum ke klinik kecantikan, yuk kita bedah bareng-bareng perbedaannya!
Mengenal Botox: Si “Penyembuh” Kerutan Akibat Ekspresi Wajah
Sebenarnya, botox itu nama dagang dari zat ilmiah yang disebut botulinum toxin. Tugas utama dari perawatan ini adalah untuk mengobati sekaligus mencegah kerutan di wajah.
– Cara Kerjanya: Botox mengandung bakteri murni yang fungsinya membekukan atau mengurangi aktivitas otot wajah
Sebenarnya, botox itu nama dagang dari zat ilmiah yang disebut botulinum toxin. Tugas utama dari perawatan ini adalah untuk mengobati sekaligus mencegah kerutan di wajah.
– Cara Kerjanya: Botox mengandung bakteri murni yang fungsinya membekukan atau mengurangi aktivitas otot wajah
Mengenal Filler: Solusi Ampuh Buat Wajah yang Mulai “Kempes”
Kalau botox fokus ke otot, nah kalau filler ini tugasnya sesuai namanya: mengisi. Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen alami di kulit kita bakal menipis. Akibat penipisan ini, beberapa area wajah bisa terlihat kempot atau kendur.
- Cara Kerjanya: Filler akan menyuntikkan zat (seperti kolagen) untuk mengisi area yang bermasalah. Tindakan ini membantu merangsang pertumbuhan kolagen baru, sekaligus mengangkat kulit yang kendur akibat kehilangan kolagen alami.
- Paling Pas Untuk: Memberikan efek “penuh” atau bervolume di area-area yang mulai menipis karena penuaan, contoh paling seringnya di area pipi, bibir, serta area sekitar mulut.
Gimana Cara Memilih Antara Botox atau Filler?
Kunci utamanya ada pada jenis kerutan yang ingin kamu hilangkan dan gimana hasil akhir yang kamu harapkan. Kalau masalahmu adalah kerutan yang muncul saat berekspresi, botox adalah pilihan yang lebih oke karena bisa membatasi gerakan otot penyebab kerutan tersebut. Tapi, kalau masalahmu adalah kulit yang kendur atau kehilangan volume, maka filler adalah jawabannya.
Wajib Tahu: Risiko dan Efek Samping
Dua perawatan ini memang sudah diakui sangat populer di dunia estetika medis sejak tahun 2015. Walaupun tergolong tindakan yang aman, kamu tetap harus punya ekspektasi yang realistis serta memahami risiko efek sampingnya sebelum tindakan dilakukan. Menurut data dari American Society of Plastic Surgeons (ASPS), berikut beberapa efek samping sementara yang mungkin muncul:
Efek Samping Botox (Biasanya Sementara):
- Rasa sakit, memar, bengkak, kemerahan, atau perdarahan di area suntikan.
- Kelopak mata atau alis bisa terkulai jika disuntikkan terlalu dekat dengan area mata.
- Otot di sekitar area suntikan terasa lemah atau lumpuh.
- Sakit kepala, pusing, mual, atau gejala menyerupai flu.
- Mulut terasa kering, gatal-gatal, atau muncul ruam kulit.
- Efek samping serius (jarang terjadi): Kesulitan menelan, berbicara, bernapas, masalah kantong empedu, hingga penglihatan kabur
Efek Samping Filler:
- Muncul ruam kulit, gatal, kemerahan, memar, bengkak, hingga bruntusan menyerupai jerawat.
- Hasil kosmetik yang kurang simetris, muncul benjolan, atau koreksi kerutan yang berlebihan.
- Kamu bisa merasakan adanya zat pengisi tersebut di bawah lapisan kulit.
- Efek samping serius: Kerusakan kulit yang memicu luka, infeksi, jaringan parut, kematian sel kulit akibat aliran darah tersumbat, hingga risiko kebutaan atau gangguan penglihatan lainnya.
Tips Cerdas: Sebelum langsung booking jadwal, pastikan kamu berkonsultasi dulu dengan dokter ahli yang tepercaya agar bisa disesuaikan dengan kebutuhan kulit wajahmu, ya!