Ultherapy di Indonesia semakin populer sebagai solusi mengencangkan kulit wajah tanpa operasi, terutama bagi kamu yang mulai risau dengan garis halus dan kerutan yang muncul seiring bertambahnya usia. Perawatan ini bekerja dengan menghantarkan energi ultrasound ke lapisan kulit terdalam untuk merangsang produksi kolagen baru, sehingga kulit tampak lebih kencang dan awet muda secara alami. Banyak orang membandingkannya dengan HIFU karena keduanya sama-sama non-invasif, padahal ada perbedaan penting dari segi teknologi, kedalaman penetrasi, hingga harga. Sebelum memutuskan mencoba, ada baiknya kamu memahami dulu cara kerja, biaya, dan hasil yang bisa diharapkan dari ultherapy.
Apa Itu Ultherapy?
Ultherapy, atau yang juga dikenal sebagai Ulthera, adalah prosedur skin tightening menggunakan energi ultrasound berintensitas rendah untuk merangsang produksi kolagen di lapisan kulit terdalam. Berbeda dari perawatan lain yang bekerja hanya di permukaan, ultherapy menargetkan fondasi wajah, yaitu lapisan yang sama yang biasanya ditangani lewat operasi face lift, namun tanpa sayatan sama sekali.
Prosedur ini bisa dilakukan di area wajah, leher, hingga dada (decolletage). Prosesnya relatif singkat, sekitar 20 menit hingga 1 jam, tanpa suntikan maupun pisau bedah, sehingga pasien bisa langsung beraktivitas normal setelah tindakan.
Ultherapy vs HIFU, Apa Bedanya?
Ultherapy dan HIFU (High-Intensity Focused Ultrasound) sering dianggap sama karena sama-sama memakai gelombang ultrasound untuk mengencangkan kulit. Namun, ada beberapa perbedaan mendasar yang perlu kamu tahu sebelum memilih salah satunya.
Teknologi Real-Time Imaging (DeepSEE)
Keunggulan utama ultherapy ada pada teknologi Real-Time Imaging (DeepSEE), yang memungkinkan dokter melihat langsung lapisan kulit, otot, dan tulang saat melakukan tindakan. Dengan teknologi ini, energi dapat diarahkan tepat ke lapisan yang mengandung banyak serat kolagen dan elastin, sekaligus membantu dokter menghindari area sensitif seperti kumpulan saraf. Sebaliknya, HIFU bekerja secara “blind”, artinya energi dihantarkan ke berbagai lapisan kulit tanpa panduan visual langsung, dengan harapan sebagian energi mengenai area yang tepat.
Kedalaman Target dan Area Perawatan
HIFU menargetkan lapisan kulit yang lebih dalam sehingga sering memberi hasil yang lebih terlihat nyata, terutama untuk kerutan di sekitar rahang, pipi, dan mulut. Ultherapy menargetkan lapisan superfisial dengan kedalaman sekitar 5 milimeter, namun area perawatannya lebih luas karena bisa menjangkau wajah, leher, hingga dada.
Efek Samping dan Kenyamanan
Risiko efek samping HIFU cenderung sedikit lebih tinggi, seperti kulit kemerahan, bengkak, ruam ungu, atau sensasi tingling selama beberapa hari. Ultherapy umumnya memberikan efek samping yang lebih ringan, paling-paling hanya rasa hangat atau perih sesaat setelah tindakan. Pastikan perawatan dilakukan di klinik tepercaya dengan dokter tersertifikasi agar risiko efek samping tetap minimal.
Berapa Biaya Ultherapy di Indonesia?
Harga ultherapy di Indonesia bervariasi tergantung klinik, area wajah yang dirawat, dan jumlah sesi yang dibutuhkan. Berikut gambaran perbandingannya dengan HIFU agar kamu punya patokan sebelum berkonsultasi ke klinik.
| Aspek | HIFU | Ultherapy |
| Kisaran biaya | Rp500.000 – Rp5.000.000 | Rp3.500.000 – Rp15.000.000 |
| Jumlah sesi | Umumnya cukup 1 kali | Beberapa kali, jeda beberapa bulan |
| Waktu hasil terlihat | 2–3 bulan | 2–3 bulan |
| Ketahanan hasil | 6–12 bulan | 1–2 tahun |
| Teknologi panduan | Tanpa real-time imaging | Dengan DeepSEE real-time imaging |
| Status FDA | — | FDA approved |
Biaya ultherapy memang lebih tinggi dibanding HIFU, tapi ini sebanding dengan teknologi real-time imaging, cakupan area yang lebih luas, dan daya tahan hasil yang lebih panjang.
Apakah Hasil Ultherapy Worth It?
Menjawab pertanyaan ini, semuanya kembali ke prioritas dan kebutuhan masing-masing orang. Ultherapy layak dipertimbangkan jika kamu:
- Menginginkan hasil yang bertahan lebih lama, hingga 1-2 tahun
- Ingin perawatan dengan teknologi yang lebih presisi dan minim efek samping
- Membutuhkan perawatan di area yang lebih luas, tidak hanya wajah tapi juga leher dan dada
- Mengutamakan prosedur yang telah mendapat persetujuan FDA
Sebaliknya, jika kamu mencari hasil instan dengan budget lebih terbatas dan cukup satu kali sesi, HIFU bisa jadi pilihan yang lebih praktis. Kuncinya, konsultasikan dulu kondisi kulitmu ke dokter agar mendapat rekomendasi perawatan yang paling sesuai.
Kesimpulan
Ultherapy dan HIFU sama-sama efektif mengencangkan kulit wajah tanpa operasi, namun ultherapy unggul dari segi presisi teknologi, cakupan area, dan ketahanan hasil, meski dengan biaya yang lebih tinggi. Sebelum memutuskan, pastikan kamu berkonsultasi dengan dokter tersertifikasi agar hasil perawatan maksimal dan aman.
Cari klinik kecantikan tepercaya untuk ultherapy atau HIFU sesuai budget dan lokasimu? Konsultasikan kebutuhanmu ke customer service agar dibantu memilih paket perawatan yang paling pas.
FAQ
1. Apakah ultherapy sama dengan HIFU?
Tidak persis sama. Keduanya menggunakan energi ultrasound untuk mengencangkan kulit, tapi berbeda dari segi kedalaman target, teknologi panduan, dan harga.
2. Berapa kali sesi ultherapy dibutuhkan untuk melihat hasilnya?
Ultherapy umumnya membutuhkan beberapa kali sesi dengan jeda beberapa bulan agar hasilnya maksimal, berbeda dengan HIFU yang biasanya cukup satu kali perawatan.
3. Berapa lama hasil ultherapy bertahan?
Hasil ultherapy dapat bertahan hingga 1-2 tahun tergantung kondisi kulit masing-masing pasien, lebih lama dibanding HIFU yang bertahan sekitar 6-12 bulan.
4. Apakah ultherapy aman dan memiliki efek samping?
Ultherapy tergolong aman dengan efek samping yang ringan, seperti rasa hangat atau perih sesaat setelah tindakan, yang biasanya hilang dalam beberapa hari.
5. Berapa biaya ultherapy di Indonesia?
Biaya ultherapy di Indonesia berkisar antara Rp3.500.000 hingga Rp15.000.000, tergantung area yang dirawat dan klinik yang dipilih.