Mengenal Prosedur Microneedling: Manfaat, Risiko, dan Prosedurnya

Microneedling adalah salah satu prosedur perawatan kulit yang menggunakan jarum berukuran sangat kecil dan steril untuk membuat tusukan-tusukan halus pada kulit. Prosedur ini bertujuan merangsang produksi kolagen dan elastin sehingga tekstur kulit menjadi lebih kencang dan halus.

Microneedling kerap dipilih untuk mengatasi berbagai masalah kulit, seperti kerutan halus, bekas jerawat, hingga bopeng. Meski umumnya aman, prosedur ini tidak disarankan bagi sebagian orang karena alasan medis tertentu. Simak penjelasan lengkap mengenai cara kerja, manfaat, prosedur, hingga efek sampingnya berikut ini.

Apa itu Microneedling?

Microneedling adalah metode perawatan wajah dengan cara menusukkan jarum kecil dan steril ke permukaan kulit. Tusukan-tusukan halus ini merangsang proses regenerasi sel kulit serta produksi kolagen dan elastin, sehingga membantu memperbaiki tekstur kulit wajah.

Prosedur ini banyak dipilih karena cocok untuk kulit sensitif dan minim efek samping. Microneedling juga tidak merusak lapisan terluar kulit, sehingga proses pemulihannya cenderung lebih cepat dibanding prosedur perawatan kulit lainnya.

Untuk hasil yang lebih optimal, microneedling terkadang dikombinasikan dengan prosedur lain, misalnya chemical peeling, terutama untuk membantu menyamarkan bopeng bekas jerawat.

Cara Kerja Microneedling

Selama prosedur, jarum halus ditusukkan ke kulit hingga menimbulkan luka-luka kecil. Luka kecil ini memicu tubuh memproduksi kolagen dan elastin sebagai bagian dari proses regenerasi sel kulit. Sel-sel baru yang terbentuk kemudian mengisi area kulit yang bertekstur tidak rata, sehingga kulit tampak lebih halus dan kencang.

Luka kecil akibat microneedling umumnya pulih dan menutup dalam waktu sekitar 10 menit setelah prosedur selesai dilakukan.

Manfaat Microneedling untuk Kulit

Beberapa manfaat yang bisa diperoleh dari prosedur microneedling antara lain:

  • Memudarkan bekas luka, seperti keloid akibat operasi, luka bakar, atau bekas jerawat
  • Menyamarkan tampilan stretch mark
  • Meratakan warna kulit
  • Mengurangi kerutan dan garis-garis halus pada wajah
  • Mengecilkan tampilan pori-pori
  • Menyamarkan bintik-bintik hitam pada kulit
  • Mengencangkan kulit kendur akibat berkurangnya elastisitas kulit
  • Memudarkan melasma atau hiperpigmentasi akibat kondisi tertentu

Sebuah penelitian juga menyebutkan bahwa microneedling yang dilakukan secara rutin tiap bulan dapat meningkatkan jumlah kolagen dan elastin kulit, sehingga kulit terlihat lebih sehat dan awet muda.

Prosedur Microneedling

Microneedling umumnya melibatkan tiga tahap utama, yaitu persiapan, pelaksanaan tindakan, dan perawatan setelah tindakan.

1. Persiapan

Sebelum tindakan, dokter biasanya melakukan anamnesis (wawancara medis) dan pemeriksaan fisik untuk mengevaluasi kondisi kulit pasien. Microneedling umumnya tidak direkomendasikan apabila pasien mengalami kondisi berikut:

  • Terdapat kutil atau jerawat yang meradang
  • Sedang mengalami infeksi herpes
  • Memiliki riwayat psoriasis, eksim, atau vitiligo
  • Pernah atau sedang menjalani radioterapi maupun kemoterapi dalam satu tahun terakhir
  • Sedang hamil
  • Terdapat infeksi atau luka terbuka pada kulit
  • Memiliki riwayat jaringan parut atau proses pemulihan luka yang buruk
  • Baru saja mendapatkan suntikan botoks pada area yang akan di-microneedling
  • Menderita penyakit autoimun atau sedang mengonsumsi obat imunosupresan

Untuk mencegah risiko iritasi, dokter juga biasanya menyarankan pasien menghentikan penggunaan antibiotik topikal maupun produk skincare yang berisiko mengelupas kulit, seperti asam salisilat, AHA, dan retinoid, selama 5–7 hari sebelum tindakan.

2. Prosedur Pelaksanaan

Dokter akan mengoleskan obat bius (anestesi topikal) sekitar 45 menit hingga 1 jam sebelum prosedur untuk mengurangi rasa nyeri. Jarum khusus yang telah disterilkan kemudian digunakan untuk menghindari risiko infeksi. Setelah tindakan selesai, dokter biasanya mengoleskan serum khusus untuk menenangkan kulit.

Prosedur ini umumnya berlangsung sekitar 10 menit hingga 2 jam, tergantung luas area kulit yang ditangani. Untuk hasil optimal, microneedling biasanya perlu dilakukan sebanyak 4–6 kali dengan jarak sekitar 4 minggu antar sesi.

3. Perawatan Setelah Tindakan

Kulit cenderung lebih sensitif setelah menjalani microneedling, sehingga perawatan berikut ini disarankan:

  • Hindari paparan sinar matahari langsung dan gunakan sunscreen saat beraktivitas di luar ruangan; ulangi pemakaian setiap 2 jam
  • Gunakan produk pembersih wajah dan pelembap berbahan lembut
  • Hindari dahulu produk skincare yang mengandung asam, seperti AHA, BHA, dan retinoid, selama sekitar 1 minggu
  • Gunakan krim antibiotik sesuai resep dokter bila diperlukan
  • Hindari aktivitas fisik berat yang memicu keringat berlebih

Efek Samping Microneedling

Microneedling pada dasarnya tergolong prosedur yang aman. Efek samping yang muncul umumnya ringan dan dapat menghilang seiring waktu, seperti:

  • Kulit kering, sedikit mengelupas, kemerahan, perih, atau gatal
  • Jerawat ringan
  • Pembengkakan ringan
  • Milia (bintik putih kecil di kulit)
  • Lenting akibat reaksi alergi terhadap serum atau alat yang digunakan

Untuk meredakan gejala tersebut, dokter biasanya memberikan obat oles yang digunakan 1–2 kali sehari.

Pada sebagian orang dengan kondisi kulit tertentu, microneedling juga berisiko menimbulkan efek samping yang lebih berat, seperti pengelupasan kulit yang luas, perubahan pigmen atau warna kulit, keloid, infeksi, hingga perdarahan. Risiko ini umumnya lebih tinggi pada orang dengan kondisi kulit yang disebutkan pada bagian persiapan di atas.

Hal yang Perlu Diperhatikan Setelah Microneedling

Microneedling dapat membuat kulit lebih mudah terbakar akibat paparan sinar matahari. Karena itu, hindari paparan sinar matahari langsung setelah prosedur dan selalu gunakan tabir surya saat beraktivitas di luar rumah. Hindari juga produk skincare yang mengandung bahan pengikis kulit, seperti AHA dan retinol, selama kurang lebih 1 minggu setelah tindakan.

Jika Anda tertarik menjalani prosedur microneedling, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui apakah jenis dan kondisi kulit Anda aman untuk menjalani prosedur ini. Langkah ini penting untuk mengurangi risiko munculnya efek samping yang berat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top