Siapa yang nggak mau punya kulit sehat, cerah, dan glowing alami? Salah satu kuncinya adalah menjaga skin barrier tetap sehat. Ketika kulit terhidrasi dengan baik dan skin barrier dalam kondisi optimal, cahaya bisa dipantulkan dengan sempurna hasilnya ya itu, kulit yang tampak bercahaya dari dalam.
Tapi sayangnya, banyak kebiasaan sehari-hari yang kita anggap wajar ternyata justru pelan-pelan merusak skin barrier. Salah satu mitos yang paling sering beredar: kulit harus terasa kesat supaya benar-benar bersih. Padahal, itu justru tanda bahaya!
Kalau setelah cuci muka kulitmu terasa kesat dan tertarik, itu bisa jadi sinyal awal skin barrier mulai terganggu. Tanda-tanda lainnya antara lain kulit perih saat pakai skincare, muncul kemerahan, sampai kulit jadi kering dan bersisik. Semua itu terjadi karena kulit kehilangan hidrasi dan kelembapannya.
“Ini biasanya karena pemilihan cleanser yang kurang tepat sehingga kelembapan kulit jadi ikut ‘diambil’ oleh cleanser itu,” ujar Delfianti Pratiwi, skincare scientist dari Paragon, dalam acara ‘The Healthy Skin Barrier Starts with Wardah Cleansing Balm & Toner Pad’ di JICC, Jakarta.
Nah, biar kamu nggak tanpa sadar merusak skin barrier sendiri, kenali dua kebiasaan ini:
1. Terlalu Sering Cuci Muka (Overcleansing)
Sedikit-sedikit merasa muka kotor, langsung cuci muka — kebiasaan ini ternyata nggak sebaik yang kamu kira, lho. Mencuci wajah terlalu sering justru bisa mengikis skin barrier secara perlahan.
Para dermatolog sudah sepakat: cuci muka pakai sabun cukup dua kali sehari saja pagi hari dan malam sebelum tidur. Lebih dari itu? Malah kontraproduktif.
2. Salah Pilih Produk Skincare
Ini kesalahan yang sering banget terjadi. Pakai cleanser yang nggak cocok dengan jenis kulit bisa bikin kelembapan alami kulit terkuras, dan ujung-ujungnya skin barrier jadi rusak. Belum lagi kalau produknya terlalu keras makin parah dampaknya.
Delfianti mengingatkan pentingnya mengenali jenis dan kebutuhan kulit kamu sendiri sebelum beli produk apapun. Kalau sudah paham dua hal itu, memilih skincare sampai makeup yang cocok jadi jauh lebih gampang, dan kamu nggak perlu khawatir soal skin barrier.
Bonus-nya lagi, kamu juga bisa lebih tahan banting dari godaan tren skincare yang sebenernya nggak perlu-perlu banget diikuti atau sekadar FOMO.
“Jangan karena orang lain pakai suatu produk, kamu jadi ikut-ikutan pakai produk itu juga,” tegasnya.
Jangan Skip Skin Preparation!
Sudah pilih produk yang tepat? Belum cukup. Penyerapannya ke kulit juga harus optimal. Caranya? Pastikan kulitmu dalam kondisi lembap setelah bersih, sebelum lanjut ke langkah skincare berikutnya.
Delfianti menekankan bahwa skin preparation adalah kunci agar seluruh rangkaian skincare bisa bekerja maksimal.
“Misalkan serum yang mau kita pakai ini mahal dan bagus sekalipun jadi terasa sia-sia kalau dipakai saat kulit kering, sebab penetrasi produknya tidak maksimal,” katanya.
Cara paling mudah melakukan skin preparation adalah dengan memakai toner yang menghidrasi setelah cuci muka. Tujuannya simpel: biar kulit tetap lembap dan siap menyerap produk skincare selanjutnya dengan baik.
Jadi, mulai sekarang coba cek lagi kebiasaan skincare harianmu kadang hal kecil yang sering kita abaikan justru yang paling berdampak besar pada kondisi kulit!

